Monthly Archives: August 2010

The Power of The Dream


by : Celine Dion

Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strenght of just “I can”
Has brought together people of all nations

There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here

Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream

Lagu ini adalah salah satu favorit saya, tiap kata di liriknya benar-benar bermakna.

Recommended untuk teman-teman yang menghadapi masa-masa berat, ujian, menjalankan usaha, atau apapun.

Percaya pada kekuatan impian, visualisasikan di pikiran, beri semangat pada setiap usaha, wujudkan semua mimpi itu menjadi kenyataan 🙂

 

Advertisements

Jendela hati


Hai teman-teman, bagaimana perasaan kamu waktu pertama membaca judul artikel ini? mellow sekali ya?hehehe

Sebenarnya cerita dalam artikel ini bukan tulisan saya sendiri, saya mengambilnya dari website dosen Struktur Diskrit saya, Pak Rinaldi Munir, berikut linknya http://www.informatika.org/~rinaldi/ . Karena saya cukup terinspirasi membaca cerita ini, jadi saya ingin membaginya pada teman-teman yang lain, siapa tahu dengan membaca cerita ini bisa membuka “Jendela Hati’ kita semua.

Berikut ceritanya :

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

“Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu. Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun. “Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup,” kata perawat itu.

Sumber: Unknown Copyright � 2004 SUARA MERDEKA

Sosial Entrepreneur, Inovasi dalam Pembelajaran


Teman-teman!

Buat anda yang belum tahu dan sekaligus penegasan bagi yang sudah tahu, saya bercita-cita menjadi seorang entrepreneur!

Saya adalah seorang mahasiswa jurusan Teknik Informatika ITB, normalnya mahasiswa ITB (saya juga sempat terpikirkan) berencana akan bekerja di perusahaan asing atau perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, karena selain menawarkan gaji yang memang lebih tinggi dari rata-rata perusahaan lain, tentunya ditambah perusahaan tersebut memang bergengsi sehingga karier akan cepat melejit, apalagi dengan membawa nama sebagai lulusan ITB yang akhirnya membuat mereka merasa pantas untuk menerima semua itu. Itu semua pilihan, tidak ada yang salah. Walaupun sebenarnya itu tergantung kemampuan masing-masing (tapi saya yakin mahasiswa ITB yang tidak bermasalah dengan kuliahnya pasti mampu). Memang hidup ini penuh pilihan yang seringkali suatu pilihan mengorbankan pilihan lainnya, tapi karena sejak lahir sampai sekarang saya adalah orang yang sangat menyukai tantangan dan kurang suka pada hal-hal yang monoton jadi saya bercita-cita menjadi entrepreneur, sesuai cita-cita masa kecil selain astronot, yaitu bisnisman (karena saat kecil yang terbayang adalah sosok pria keren memakai jas).

Lalu apakah sosial entrepreneur itu?

Sosial entrepreneur  melihat masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat, begitu kurang lebih menurut bang Wiki. Yah, kira-kira begitu juga lah yang ingin saya lakukan dimulai sejak semasa menjadi mahasiswa ini. Saya ingin merintis sebuah grup bisnis yang tujuan utamanya bukan uang, melainkan sosial, dengan tetap mengedepankan inovasi dan perkembangan, bisa membantu orang lain memperoleh tambahan uang dengan memberi pekerjaan, membantu menyediakan produk yang memang dibutuhkan, dan semoga bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk disumbangkan ke kotak amal.

Kenapa saya memilih sosial di sini? Tentunya mungkin karena semangat kemahasiswaan saya yang sedang menggebu-gebu (semoga semangat itu selalu terjaga walaupun nantinya sudah lulus dan statusnya bukan mahasiswa lagi), dan yang terpenting saya ingin menggabungkan visi hidup saya, yaitu menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama dengan cita-cita menjadi seorang entrepreneur. Saya ingin mematahkan anggapan buruk banyak orang bahwa bisnisman itu kebanyakan licik, banyak berbuat curang, saling menjatuhkan, dan suka menekan pihak yang lemah. Saya ingin membuktikan  bahwa tidak semua bisnisman seperti itu, saya ingin menjadi bisnisman yang peduli pada masyarakat, atau setidaknya lingkungan sekitar. Lalu kenapa saya tidak mengutamakan uang? Pertama, memang sudah ajaran dari orang tua sejak kecil bahwa kita jangan sampai di perbudak oleh uang, saya sendiri beranggapan uang bukan segalanya, sudah banyak contohnya orang yang jatuh karena terlalu berorientasi pada materi, lalu kebetulan tadi saya menonton film drama, judulnya Nobuta wo Produce, secara keseluruhan filmnya tidak terlalu bagus, tapi saya cukup tertarik karena cerita dalam salah satu episodenya menunjukkan bahwa kesuksesan tidak ditentukan dari uang.

Saat ini semua itu memang baru rencana, karena bisnis yang saya jalani selama ini masih berorientasi hanya pada keuntungan. Tapi, saya akan berusaha menjaga semangat ini untuk mewujudkannya, saya mohon doanya dari teman-teman. Saya menulis rencana saya disini dan sangat menganjurkan teman-teman untuk menulis dan mendeklarasikan rencananya, tidak lain karena saya ingin agar kita bisa saling mengingatkan  akan komitmen masing-masing, agar kita bisa saling memberi semangat ketika menghadapi kesulitan, dan saling mendoakan keberhasilan kita semua. Terima kasih.

Keep fighting!! Tetap semangat dan fokus pada tujuan!!!

Akibat Sedikit Keberanian (atau Kenekatan??)



MARS INFANTRI

Kami putra-putri Informatika

bersatu dan terus berkarya

s’lalu teguh menggapai cita-cita

berikan yang terbaik tuk bangsa

Rintangan membentang di hadapan kami

semangat membara di hati

tetap tangguh jalani hari-hari

untuk memberi pada negeri

Reff:

Infantri, Infantri itu nama kami

Informatika jayakan Indonesia

Infantri, Infantri itu nama kami

Informatika jayakan Indonesia

Kenapa Infantri?

Infantri adalah nama angkatan saya, yaitu angkatan 2009 untuk Teknik Informatika dan Sistem dan Teknologi Informasi.Tapi saya tidak akan membahas mengenai angkatan disini. Saya hanya ingin sedikit berbangga (atau mungkin dibilang narsis.hehe) karena saya ikut berperan dalam terciptanya lagu yang kemudian menjadi kebanggaan angkatan tersebut.

Begini ceritanya, dalam sebuah proses kaderisasi yang bernama SPARTA (tidak akan dibahas panjang lebar), angkatan 2009 Informatika mendapat tugas untuk membuat sebuah album lagu-lagu angkatan. Walaupun status saya sebenarnya bukanlah seorang musisi, tapi saya memutuskan untuk bergabung dalam tim yang bertugas mengerjakan album tersebut, bahkan saya memberanikan diri untuk menjadi penanggung jawab dalam salah satu lagu wajib yang harus ada dalam album tersebut yaitu Mars Angkatan, sayapun langsung mengajak beberapa teman untuk membantu menyelesaikan lagu tersebut.

Setelah dilakukan diskusi mengenai perencanaan album,kami (saya dan teman-teman yang sudah diajak tadi)  langsung berangkat menuju kosan salah seorang teman saya yang biasa dipanggil BR. Disana, saya dengan dibantu Marchy, Maspri, Bepe, BR, dan Wibi – sebenarnya ditambah Hasby walaupun hanya menjadi supporter, tapi kita anggap cukup berperan lah.hehe – bersama-sama mencoba membuat sebuah lagu, walaupun sebenarnya tidak ada diantara kami yang benar-benar ahli soal itu. Akhirnya setelah sejak sekitar jam 6 sore sampai jam 12 malam akhirnya kami memutuskan untuk pulang, dengan lagu yang sudah hampir jadi, hanya butuh sedikit polesan.

Besoknya di kampus, diadakan kumpul angkatan 2009. Saat itu ketua angkatan meminta saya untuk mengajarkan lagu mars angkatan hari itu juga, karena setiap anggota angkatan harus bisa menyanyikannya. Jelas saja saya deg-degan, was-was, loncat kesana kemari (haha.tidak se-lebay itu) karena lagu yang kami buat sampai malam itu belum jadi. Sebenarnya, walaupun disebutkan hanya butuh sedikit polesan, justru polesan itulah yang kami bertujuh tidak bisa lakukan pada malam itu, karena selain tidak ahli, ditambah suasana lelah dan suntuk karena SPARTA hingga kami semua mengerjakannya dengan terkantuk-kantuk bahkan sampai ada yang tertidur. Untunglah datang teman saya yang lain bernama Tata. Sepertinya memang butuh ada sentuhan wanita dalam lagu ini. Benar saja, dengan cepat Tata berhasil menambahkan sedikit bagian yang kurang itu. Alhamdulillah, setelah itu semua berjalan lancar sampai album berhasil diselesaikan.

Pelajaran yang bisa diambil disini bukan anjuran untuk berkarir di dunia musik walaupun kita sebenarnya belum punya cukup kemampuan. Pesan sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah kita harus berani mengambil resiko, yang walaupun tanggung jawab itu belum pernah kita lakukan sebelumnya, tampak berat, atau bahkan seperti tidak mungkin untuk dilakukan. Menurut saya, dalam kondisi seperti itu yang perlu kita lakukan adalah – lagi-lagi ini pendapat saya – seperti seorang pendaki ketika menghadapi gunung yang tinggi hanyalah semangat, kerja keras, dan sedikit confidence. Ketika kita yakin kita bisa, menurut teori ‘Law of Attraction’ lingkungan akan mendukung usaha kita. Jadi teman-teman, tanggung jawab itu memang berat, tapi apalah arti keberadaan kita jika tidak bisa memberikan manfaat bagi sesama dengan mengambil tanggung jawab tersebut.

Semoga kita semua bisa terus belajar sepanjang hidup

Thanks to : BR, Bepe, Marchy, Maspri, Wibi, Hasby, Tata.

Duduk Diam atau Berlari Mengejar Impian?? ( Impianmu Penuntun Jalanmu )


Impian adalah sesuatu yang wajib bagiku dan menurutku seharusnya itu adalah wajib juga untuk setiap orang bagaimanapun kondisinya. Kalau perjalanan hidup ini diumpamakan seperti mendaki gunung, yang diawali dengan jalan yang landai-landai saja dan semakin lama tanjakan semakin terjal dan curam. Gunung menggambarkan setiap sisi kehidupan kita,entah itu kehidupan spiritual, akademik, sosial, dsb.. Awal kita mendaki, kita hanyalah anak kecil tanpa dosa dengan kecerdasan dan semangat luar biasa dimana kita masih memiliki banyak khayalan atau impian, ketika kehidupan dijalani dengan canda tawa dan tanpa beban. Tetapi, semakin lama tantangan hidup semakin berat dan jalan yang akan kita tempuh semakin berliku dengan rintangan di sana-sini, dan hanya impian dan semangat lah yang menjadi energi bagi kita.

Dalam mendaki gunung kehidupan ini, ada kalanya kita lelah, ketika kita sedang terpuruk dan kehilangan harapan. Sebagian orang memilih untuk duduk diam di tempat, ketika mereka merasa sudah nyaman di situ, ketika mereka merasa jalan di depan akan semakin terjal dan tidak mungkin dilalui, dan tidak ada keinginan sedikitpun untuk menuju atau setidaknya mengetahui apa yang ada di ‘puncak’. Saat itu terjadi, kita hanya akan menjadi ‘the loser’, yang ketika semakin banyak jumlahnya hanya akan menghalangi dan menghambat jalan bagi mereka yang masih ingin terus menuju puncak.

Ketika seseorang semakin bertambah usia, ketika orang bilang mereka sudah bukan anak kecil lagi, mereka merasa harus meninggalkan dunia fantasi masa kecilnya. Kita semua memang akan tumbuh dewasa secara fisik, tapi bukan berarti ketika tubuh mungil kita perlahan  tumbuh dan ciri fisik kita sebagai anak kecil perlahan menghilang maka semua semangat dan kebiasaan untuk hidup dari impian dan harapan itu ikut kita hilangkan.  Dulu memang aku pernah menjadi seorang yang ‘sekedar’ menjalani hidup, tanpa tujuan, dengan ambisi ala kadarnya untuk diakui orang lain, dengan cara apapun. Alhamdulillah, memang segala puji hanya untukmu Ya Allah, terima kasih karena atas petunjuk-Mu lah sekarang aku mulai menemukan tujuan hidupku, aku mulai sedikit menemukan kembali kebahagiaan dan mimpi masa kecilku. Aku sangat bersyukur saat ini aku masih hidup dengan semua harapan dan impian yang kumiliki. Percaya atau tidak, impian, harapan dan cita-cita itulah sumber semangatku, hal itulah yang memberiku kekuatan walau dalam keterpurukan sekalipun. Aku merasa impian itulah yang menunjukkan jalanku, terima kasih Ya Allah karena walaupun sedikit, aku mulai merasa bisa memaknai setiap momen dalam hidup, aku mulai belajar menemukan ‘semangat’ pada setiap yang aku lakukan, aku mulai sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik pada setiap usahaku, aku mulai mencoba untuk berlari mengejar impian,walaupun mungkin aku masih jauh di bawah, kini aku mulai berusaha berlari menuju puncak gunung kehidupanku.

Segitu pentingnya lah sebuah ‘impian’ bagiku. Aku berharap semakin banyak orang-orang, terutama para pemuda, yang sudah tahu pasti apa yang menjadi tujuan mereka dan kemana mereka harus melangkah. Karena itulah, aku ingin suatu saat bisa membagi apa yang kurasakan, aku ingin bisa membantu seseorang untuk menemukan impian dan semangatnya, aku ingin menjadi seorang yang bermanfaat dalam keikhlasan dan kerendahan hati. Semoga semakin banyak orang yang terus berusaha sekuat tenaga, dengan penuh semangat berlari menuju puncak tanpa takut terjatuh, karena ketika kita terjatuh, yang perlu kita lakukan hanyalah bangkit dan kembali berlari. Bangkitlah kawan!!Mari kita berlari bersama mengejar impian. e(^o^)9