Duduk Diam atau Berlari Mengejar Impian?? ( Impianmu Penuntun Jalanmu )


Impian adalah sesuatu yang wajib bagiku dan menurutku seharusnya itu adalah wajib juga untuk setiap orang bagaimanapun kondisinya. Kalau perjalanan hidup ini diumpamakan seperti mendaki gunung, yang diawali dengan jalan yang landai-landai saja dan semakin lama tanjakan semakin terjal dan curam. Gunung menggambarkan setiap sisi kehidupan kita,entah itu kehidupan spiritual, akademik, sosial, dsb.. Awal kita mendaki, kita hanyalah anak kecil tanpa dosa dengan kecerdasan dan semangat luar biasa dimana kita masih memiliki banyak khayalan atau impian, ketika kehidupan dijalani dengan canda tawa dan tanpa beban. Tetapi, semakin lama tantangan hidup semakin berat dan jalan yang akan kita tempuh semakin berliku dengan rintangan di sana-sini, dan hanya impian dan semangat lah yang menjadi energi bagi kita.

Dalam mendaki gunung kehidupan ini, ada kalanya kita lelah, ketika kita sedang terpuruk dan kehilangan harapan. Sebagian orang memilih untuk duduk diam di tempat, ketika mereka merasa sudah nyaman di situ, ketika mereka merasa jalan di depan akan semakin terjal dan tidak mungkin dilalui, dan tidak ada keinginan sedikitpun untuk menuju atau setidaknya mengetahui apa yang ada di ‘puncak’. Saat itu terjadi, kita hanya akan menjadi ‘the loser’, yang ketika semakin banyak jumlahnya hanya akan menghalangi dan menghambat jalan bagi mereka yang masih ingin terus menuju puncak.

Ketika seseorang semakin bertambah usia, ketika orang bilang mereka sudah bukan anak kecil lagi, mereka merasa harus meninggalkan dunia fantasi masa kecilnya. Kita semua memang akan tumbuh dewasa secara fisik, tapi bukan berarti ketika tubuh mungil kita perlahan  tumbuh dan ciri fisik kita sebagai anak kecil perlahan menghilang maka semua semangat dan kebiasaan untuk hidup dari impian dan harapan itu ikut kita hilangkan.  Dulu memang aku pernah menjadi seorang yang ‘sekedar’ menjalani hidup, tanpa tujuan, dengan ambisi ala kadarnya untuk diakui orang lain, dengan cara apapun. Alhamdulillah, memang segala puji hanya untukmu Ya Allah, terima kasih karena atas petunjuk-Mu lah sekarang aku mulai menemukan tujuan hidupku, aku mulai sedikit menemukan kembali kebahagiaan dan mimpi masa kecilku. Aku sangat bersyukur saat ini aku masih hidup dengan semua harapan dan impian yang kumiliki. Percaya atau tidak, impian, harapan dan cita-cita itulah sumber semangatku, hal itulah yang memberiku kekuatan walau dalam keterpurukan sekalipun. Aku merasa impian itulah yang menunjukkan jalanku, terima kasih Ya Allah karena walaupun sedikit, aku mulai merasa bisa memaknai setiap momen dalam hidup, aku mulai belajar menemukan ‘semangat’ pada setiap yang aku lakukan, aku mulai sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik pada setiap usahaku, aku mulai mencoba untuk berlari mengejar impian,walaupun mungkin aku masih jauh di bawah, kini aku mulai berusaha berlari menuju puncak gunung kehidupanku.

Segitu pentingnya lah sebuah ‘impian’ bagiku. Aku berharap semakin banyak orang-orang, terutama para pemuda, yang sudah tahu pasti apa yang menjadi tujuan mereka dan kemana mereka harus melangkah. Karena itulah, aku ingin suatu saat bisa membagi apa yang kurasakan, aku ingin bisa membantu seseorang untuk menemukan impian dan semangatnya, aku ingin menjadi seorang yang bermanfaat dalam keikhlasan dan kerendahan hati. Semoga semakin banyak orang yang terus berusaha sekuat tenaga, dengan penuh semangat berlari menuju puncak tanpa takut terjatuh, karena ketika kita terjatuh, yang perlu kita lakukan hanyalah bangkit dan kembali berlari. Bangkitlah kawan!!Mari kita berlari bersama mengejar impian. e(^o^)9

Advertisements

2 thoughts on “Duduk Diam atau Berlari Mengejar Impian?? ( Impianmu Penuntun Jalanmu )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s