SUDAH JAMANNYA TEPAT WAKTU


Budaya “ngaret” seolah sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia.

Pernyataan di atas pasti sudah banyak teman-teman dengar atau bahkan mengatakannya sendiri. Memang sepertinya susah sekali menghilangkan “si ngaret” itu dari peredaran, padahal menurut pendapat saya sendiri justru “si ngaret” inilah yang menjadi salah satu faktor terbesar mengapa bangsa kita ini samapai sekarang masih tertinggal. Seperti kita semua tahu, di banyak negara-negara besar dan maju salah satu penyebabnya karena sangat menjunjung tinggi budaya tepat waktu.

Alhamdulillah walaupun belum bisa menjadi orang yang selalu tepat waktu, tapi saya termasuk orang yang sangat menghargai ketepatan waktu itu. Saya juga beruntung karena saat ini saya menjadi anggota HMIF (Himpunan Mahasiswa Informatika) ITB yang sangat menjunjung tinggi ketepatan waktu. Tahukah teman-teman bahwa ketepatan waktu sebenarnya merupakan salah satu bentuk komitmen, yang saya yakin teman-teman semua sudah tahu apa arti komitmen (kalau ga tau silakan googling).

Contohnya ketika kita membuat janji dengan seseorang, mau tidak mau kita juga melibatkan kepentingan orang lain di situ. Ketika kita terlambat, bayangkan berapa waktu orang tersebut yang terbuang hanya karena menunggu kedatangan kita yang tidak sesuai kesepakatan, coba kita pikirkan berapa urusan mereka yang terbengkalai karena keterlambatan kita, karena bagi orang yang produktif setiap detik yang ia miliki menjadi sangat berharga. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, menurut saya tidak sepantasnya kita dengan seenaknya tidak merasa bersalah ketika kita datang terlambat. Mungkin ketika kita selalu tepat waktu dalam banyak hal, tidak banyak pujian ataupun penghargaan yang orang lain berikan, tapi ketika kita melanggarnya bisa berdampak buruk sekali bahkan sangat mungkin kita akan kehilangan kepercayaan dari orang lain.

Memang ada kondisi-kondisi tertentu yang sangat darurat sehingga mengharuskan kita untuk datang terlambat, tapi ada baiknya kita beri pemberitahuan terlebih dahulu agar orang tersebut tidak menunggu tanpa kejelasan dan akirnya malah bisa menimbulkan kesalahpahaman. Saya rasa kalau memang alasan kita masuk akal, orang tersebut pasti bisa menerimanya, juga kalau kita memberitahu sebelumnya soal keterlambatan kita, orang  tersebut bisa mengatur ulang jadwalnya sehingga urusan-urusan yang lain tidak terbengkalai.

Seandainya masyarakat Indonesia sudah bisa menghargai komitmen, khususnya ketepatan waktu ini, saya harap akan terbentuk masyarakat yang produktif dan akan tercapai kesuksesan bersama karena masing-masing dari kita mampu menghargai kepentingan orang lain selain kepentingan diri pribadinya. Semua hal besar itu bisa dimulai dari hal kecil, TEPAT WAKTU.

Mari teman-teman, dengan dimulai dari diri sendiri kita nyatakan perang pada “keterlambatan”, Insya Allah perlahan tapi pasti, ketika kita berhasil mengatasi ini, kita bisa menciptakan Indonesia yang tidak kalah dari bangsa manapun. Percayalah bahwa excellence dibentuk dari kebiasaan, bukan hanya satu perbuatan.

Tetap semangat ya teman-teman 🙂

Advertisements

2 thoughts on “SUDAH JAMANNYA TEPAT WAKTU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s