Millenium Development Goals,Sasaran atau Sekedar Wacana?


Halo teman-temanku yang baik hatinya,

pernahkah kalian mendengar istilah Millenium Development Goals atau biasanya disingkat MDGs ?

Saya ceritakan dulu kronologisnya secara singkat.

Pada September 2000, perwakilan dari sekitar 190 negara di dunia, termasuk Indonesia, berkumpul untuk menghadiri Millenium Summit. Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah United Nations Millenium Declaration yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara. Deklarasi tersebut berisi komitmen yang dituangkan dalam delapan poin yang kemudian disebut Millenium Development Goals.

Berikut delapan sasaran yang merupakan MDGs :

Goal 1 : Eradicate Extreme Poverty and Hungers (Mengentaskan Kemiskinan dan Kelaparan yang Ekstrem)

Goal 2 : Achieve Universal Primary Education (Pemerataan Pendidikan Dasar)

Goal 3 : Promote Gender Equality and Empower Woman (Mendukung Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan)

Goal 4 : Reduce Child Mortality Rate (Mengurangi Angka Kematian Anak)

Goal 5 : Improve Maternal Health (Meningkatkan Kesehatan Ibu)

Goal 6 : Combat HIV/AIDS, Malaria, and Other Diseases (Melawan HIV/AIDS, Malaria, dan Penyakit Lain)

Goal 7 : Ensure Environmental Sustainability (Menjamin Keberlangsungan Lingkungan Hidup)

Goal 8 : Develop A Global Partnership for Development (Mengembangkan Kemitraan Global untuk Pembangunan)

Mungkin saya tidak akan membahas satu persatu mengenai setiap goal dalam MDGs tersebut, tetapi yang ingin saya bahas adalah sudah sejauh mana Indonesia, yang juga termasuk salah satu negara yang ikut membuat komitmen tersebut, sudah menjalankan sasaran bersama ini.

Kembali ke pertanyaan saya yang paling awal, mungkin tidak sedikit juga teman-teman yang belum tahu benar apa itu MDGs, atau mungkin belum pernah mendengar sama sekali bahkan. Jawaban yang sama juga banyak saya peroleh ketika saya menanyakan ke beberapa teman soal ini. Kalau dipikir-pikir, MDGs adalah sebuah tujuan besar yang juga diadopsi oleh negara kita tercinta yang seharusnya sudah tercapai lima tahun lagi, tetapi mengapa banyak yang belum tahu soal isu ini, bahkan dari kalangan mahasiswa saja yang seharusnya cukup up to date dengan isu-isu terbaru juga banyak yang tidak tahu soal ini. Menurut saya ini bukan sepenuhnya salah mereka yang wawasannya kurang atau bagaimana, akan tetapi juga disebabkan kurangnya sosialisasi mengenai program ini, sehingga mungkin hanya kalangan tertentu saja yang mengetahui isu ini. Bukan tanpa usaha memang, tapi usaha yang dilakukan kurang melibatkan masyarakat secara umum sebagai subjeknya. Hal-hal tersebut membuat pemerintah Indonesia terkesan tidak sungguh-sungguh menjalankannya sehingga banyak pihak yang meragukan ketercapaiannya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa MDGs ini adalah sebuah tujuan besar yang sudah diadopsi hampir semua negara dunia yang tentunya menuntut kesungguhan dari semua pihak, termasuk pemerintah Indonesia. Untuk mencapai delapan tujuan tersebut menurut saya mutlak diperlukan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat Indonesia, bukan hanya kalangan tertentu di pemerintahan. Belum terlambat menurut saya jika mulai sekarang kita mulai menanggapi hal ini dengan sungguh-sungguh, harapan saya pemerintah mulai mensosialisasikan hal ini dengan lebih gencar, tidak hanya itu, kita sebagai generasi muda, calon-calon pemimpin bangsa dimasa depan, juga harus mulai berusaha mendukung tercapainya tujuan-tujuan mulia yang tertuang dalam MDGs ini, demi generasi muda yang lebih baik, untuk bangsa Indonesia yang lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s