Bagaimana Menjadi Manusia (Bermanfaat)?


Hai teman-temanku yang baik hatinya!!

Bertemu lagi dengan saya, The Special One Yudha Okky Pratama ditahun yang baru, ya!!2011!!

Saya merasa sebagai orang spesial karena saya mendapat semangat baru di awal tahun 2011 ini. Keberuntungan yang sangat saya syukuri ini diawali kesempatan besar mengikuti Diklat Aktivis Terpusat 2011 (DAT 2011) KM ITB yang disebut-sebut sebagai “kawah candradimuka” oleh banyak orang-orang sukses di kampus.

Dalam postingan ini saya akan sedikit mengulas mengenai salah satu sesi yang ada dalam DAT tersebut dari sudut pandang saya sendiri. Sesi ini merupakan materi kedua pada hari kedua diklat dengan pembicara yang luar biasa, Bang Lendo Novo yang terkenal sebagai founder Sekolah Alam yang cukup fenomenal diawal kehadirannya.

Oke, kita mulai saja.

Kenapa harus bermanfaat sih??(buru-buru bertobat kalo masih ada yang berpikiran kaya gini)

Tentunya kita semua tahu bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat, untuk sesama manusia, lingkungan sekitar, maupun alam tercinta ini.

Bagi teman-teman yang memang sudah ada niat, keinginan, hasrat, atau apapun lah itu namanya, Bang Lendo Novo menyampaikan tips untuk kita.

  • Dimulai dari empati, kemudian mencari solusi, dan berakhir dengan partisipasi. Untuk menjadi bermanfaat tidak cukup bagi kita hanya merasakan empati ketika melihat realita-realita yang memang memprihatinkan tetapi langsung berpikir kritis dalam menemukan solusi yang terbaik dan tentunya tahap akhir adalah gerakan nyata dalam menerapkan solusi tersebut, dan akan jauh lebih baik ketika dalam melakukan semua itu kita bisa mengajak orang lain untuk ikut bermanfaat dan berpartisipasi.(Insya Allah pahalanya akan dilipatgandakan)
  • Rahasia sukses sebuah perubahan sosial terletak pada makna MANDIRI. Seperti diungkapkan pada Q.S. 13:11 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”, bahwa niat baik, kemauan untuk berubah itu harus berawal dari diri sendiri
  • Memiliki tujuan untuk keadilan dan kebajikan. Seperti disebutkan pada Q.S. 16:90 “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, …”. Ikhlas dalam melakukan sesuatu, menghindari tujuan-tujuan yang justru akan menghilangkan pahala dan manfaat dari apa yang kita lakukan, misalnya pengen ngeksis, populer, dipuji orang dsb.

Pada sesi tersebut, ada satu ucapan beliau yang menarik buat saya, mungkin teman-teman bisa merenungkannya masing-masing, kira-kira seperti ini, “Bahwa ilmu sosial itu tidak perlu dicari, setiap hari kita melakukan sosialisasi itu, tinggal bagaimana berpikir untuk memaknainya”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s