Monthly Archives: March 2011

Curug Tilu


Sahabat-sahabat yang bersemangat, post ini dibuat ketika masa-masa UTS, refreshing untuk semangat belajar baru.

Sedikit mengenang sebuah momen dimana saya dan beberapa orang teman mengisi liburan dengan berpetualang ke Curug Tilu, Bandung.

Menyempatkan kirim jarkom sebelum mulai jalan.

 

 

Ini nih papan penunjuk arahnya (maaf kalau fotonya agak labil.hehe)

 

 

Menyeberang sungai demi foto-foto di atas batu.

 

 

Inilah salah satu hasilnya.

 

 

Harus melewati jembatan yang bergoyang-goyang, seru to the max!

 

 

Yak, inilah penampakan salah satu air terjun atau disebut ‘curug’ dalam bahasa Sunda.

 

 

Kegirangan main air, jarang-jarang ada yang seperti ini di Bandung kota.

 

 

Menikmati suasana alamiah sebelah kebun teh.

 

 

Akhirnya, inilah formasi full team dari pasukan yang berangkat hari itu (minus teman saya Alfian yang rela menjadi fotografer tentunya)

Formasi : Fitra, Maspri, Mahar, Okky, Bobi, Hasby, Taufik, Diani, Marchy, Alfian

 

Salah satu sumber kebahagiaan adalah melihat orang lain berbahagia

Salah satu kebahagiaan tertinggi adalah ketika membahagiakan orang lain

 


Sumber foto : Facebook

Thanks to Bobi buat semua foto-foto dan tag-nya

Advertisements

Perlu “Gila” untuk Mengubah Dunia


Saya ingin sedikit berbagi dengan teman-teman yang punya mimpi tinggi untuk bermanfaat bagi banyak orang, yang punya visi besar untuk memperbaiki kondisi masyarakat kita yang saya rasa semua tahu (jika cukup peduli). Jika kita lihat dari sejarah, lihat dari sekeliling kita dan dianalisis lebih lanjut, kita menemukan bahwa tokoh-tokoh besar yang sangat berpengaruh dan mampu mengubah dunia adalah orang-orang yang “gila”. Berikut beberapa contohnya

Archimedes


Archimedes fisikawan dan matematikawan Yunani (sekitar 287 SM – 212 SM) melalui teorinya tekanan “gaya apung yang bekerja pada suatu benda di dalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu” sebagian orang disekelilingnya menganggap dia “gila” apalagi ketika dia kegirangan karena menemukan kesimpulan dari teorinya.

Archimedes yang sudah lama melakukan penelitian dia menemukan kesimpulan dari penelitiannya ketika mandi dibak – seperti biasa orang yang mau mandi: tanpa baju, tanpa celana, tanpa sehelai benangpun alias telanjang atau bugil – Archimedes menyadari kalau air dalam bak mandi yang tadinya tidak penuh kemudian meluber tumpah ketika dia masuk kedalamnya. Saking girangnya Archimedes langsung lari sambil berteriak ”eureka…. eureka… eureka…” (saya menemukan… saya menemukan …), dia baru sadar setelah lama dia berlari bahwa dia telanjang atau bugil, lingkungan sekitarnya jadi semakin yakin Archimedes gila. Anggapan itu ternyata keliru karena hampir semua sekolah sedunia sekarang mempelajarai teorinya. Dia juga seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan.

Hal tersebut hanya sebagian kecil perlakuan aneh yang menimpa ilmuwan genius. Berhikmah dari kisah tersebut, kemungkiinan banyak guru, orang tua, lingkungan, yang salah melakukan “assessment” kepada anak didik atau orang disekitarnya.

Guru terutama, seharusnya memiliki kemampuan melakukan ‘assessment’ yang baik tentang perilaku anak, sebab dipastikan dilingkungan sekitar kita terdapat anak-anak yang memiliki perilaku unik sehingga memerlukan pembelajaran dengan layanan khusus agar mereka menguasai pengetahuan atau sains.

sumber : http://uniqpost.com/

Nikola Tesla


Tesla adalah adalah seorang jenius yang menemukan teknologi radio nirkabel dan penemu generator arus bolak-balik. Ilmuwan asal Serbia ini mendemonstrasikan transfer energi nirkabel sejak 1893. Seperti halnya seorang pesulap, Tesa juga suka mempertunjukkan penemuannya secara demonstratif. Ia suka menjadikan tubuhnya sebagai konduktor, atau bahkan mematikan saklar listrik berukuran besar di bawah guyuran hujan percikan api.

sumber : http://www.situsdunia.tk

Freeman Dyson


Tahun 1960, Dyson menelurkan ide bahwa di masa depan manusia harus mendesain cangkang buatan yang dinamakan Dyson Sphere. Cangkang ini akan mengelilingi sistem tata surya dan menggunakan energi matahari secara maksimum. Saat itu ia dianggap sebagai pemimpi fiksi ilmiah. Ia juga yakin adanya kehidupan di planet lain. Menurutnya manusia akan berinteraksi dengan mahluk angkasa luar dalam beberapa dekade mendatang. ia salah satu ilmuwan yang tahu pentingnya agama dan ilmu pengetahuan, berikut kutipan favoritnya tentang agama dan ilmu pengetahuan ” Science and religion are two windows that people look through, trying to understand the big universe outside, trying to understand why we are here. The two windows give different views, but they look out at the same universe. Both views are one-sided, neither is complete. Both leave out essential features of the real world. And both are worthy of respect. Trouble arises when either science or religion claims universal jurisdiction, when either religious or scientific dogma claims to be infallible. Religious creationists and scientific materialists are equally dogmatic and insensitive. By their arrogance they bring both science and religion into disrepute. The media exaggerate their numbers and importance. The media rarely mention the fact that the great majority of religious people belong to moderate denominations that treat science with respect, or the fact that the great majority of scientists treat religion with respect so long as religion does not claim jurisdiction over scientific questions”

“Ide yang pada awalnya tidak kelihatan gila, tidak membawa harapan”

Itulah sedikit contoh yang dari banyak realita yang ada, mari kita renungi masing-masing  🙂