Monthly Archives: August 2011

Semangat Okky!


Semangat!

Go!

Fighting!

Kata-kata yang semuanya bermaksud memberi semangat itu menurut saya sudah menjadi kata-kata ampuh sakti mandraguna selain tiga kata lainnya yaitu “terima kasih”, “maaf”, dan “cinta”. Kata-kata mutiara tersebut  jika diucapkan dapat memberi energi positif bagi pendengarnya hanya sayangnya banyak yang tidak menyadarinya atau bahkan berat untuk mengucapkannya.

Mayoritas orang yang belum menyadari pentingnya semangat beranggapan bahwa hal tersebut hanyalah sekedar pelengkap dalam menjalani kehidupan sehari-hari, bahkan beberapa celetukan seperti “dia mah cuma modal semangat”, “ga akan bisa kalo pake semangat doang”, atau yang lainnya.

Padahal menurut teori Sok Tahu Okky, untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau meraih suatu tujuan tertentu seberat dan sesulit apapun itu bisa dilakukan cukup dengan semangat dan mulai. Bahkan ternyata mantan wakil presiden kita, Bapak Muhammad Jusuf Kalla mendukung teori sok tahu ini, dalam acara Presidential Lecture di ITB yang dilaksanakan pagi ini beliau mengungkapkan untuk menjadi bangsa maju kita membutuhkan rasa percaya diri yang kuat, semangat, dan mulai. Cukup jelas sekali bahwa bukan hal-hal semacam membangun infrastruktur, menggratiskan pendidikan, atau teknis yang lainnya yang selama ini selalu menjadi perdebatan di kalangan orang-orang intelektual(mungkin biar terlihat kritis). Jadi sadarilah kawan-kawanku, walaupun sebenarnya tulisan ini khususnya untuk mengingatkan diri sendiri tapi dengan semangat dan memulai Insya Allah hal-hal lain akan mengikuti, ide-ide taktis dan strategis bisa muncul sewaktu-waktu, tenaga luar biasa seakan tiada habisnya, dan satu hal paling penting : menularnya semangat pada sahabat-sahabat yang dengan ikhlas berjuang bersama mencapai tujuan.

Semangat kawan-kawanku!

Advertisements

Pembunuhan Karakter Model Baru


Kembali lagi dengan saya, super Yudha Okky Pratama!

Kembali saya mencoba sedikit sok tahu dengan mengungkapkan pemikiran, pendapat, dan membuat definisi saya sendiri.

OK, let’s start.

Jadi makhluk macam apakah sebenarnya yang disebut pembunuhan karakter itu?

Menurut Wikipedia, pembunuhan karakter atau character assassination adalah usaha-usaha untuk mencoreng nama seseorang. Tindakan ini dapat meliputi pernyataan yang melebih-lebihkan atau manipulasi fakta untuk memberikan citra yang tidak benar tentang orang yang dituju.

Istilah tersebut mungkin sudah banyak kita dengar di media massa pada kasus-kasus yang melibatkan politisi atau artis terkenal. Seringkali ketika seorang public figure dituduh terlibat dalam suatu kasus yang mencoreng imej yang sudah dibangun selama ini, isu pembunuhan karakter oleh pihak-pihak yang iri pada kesuksesannya menjadi excuse andalan, mungkin benar mungkin tidak. Dampak buruk yang sangat mungkin terjadi tentu saja tercorengnya nama baik, bahkan lebih jauh lagi dapat mengganggu kestabilan mental dan kehidupan sosial korban. Yah, untuk contoh kasus yang ini(kita sebut saja model lama) sudah banyak macamnya(bisa dicari sendiri.hehe).

Oke sudah saatnya kita membahas kasus kedua yang merupakan hasil perasaan dan pikiran saya sendiri. Langsung saja saya berikan contoh kasus yang diilhami dari kisah nyata dan banyak terjadi di sekitar kita. Berikut contohnya:

Tetangga sebelah rumah saya, sebut saja namanya Okky(menggunakan nama sendiri agar tidak menyinggung pihak manapun yang tidak sengaja disebut namanya) adalah seorang pemuda yang baru saja lulus SMA dan Alhamdulillah berhasil diterima di salah satu universitas terbaik di negaranya. Okky adalah anak yang selalu semangat belajar, rasa ingin tahunya tinggi, dan suka mengungkapkan pemikiran-pemikirannya.

Hari pertama masuk kuliah, Okky mengikuti perkuliahan dengan semangatnya yang menggebu-gebu sebagai mahasiswa baru. Selesai menjelaskan materi, seorang dosen melemparkan pertanyaan pada para mahasiswa di kelasnya, tiba-tiba suasana kelas hening, bahkan sebagian mahasiswa menundukkan kepalanya takut ditunjuk untuk diminta menjawab. Ditengah keheningan Okky mengacungkan tangan untuk mencoba menjawab, mahasiswa yang tadinya terdiam sontak menyerukan “uwooo” layaknya paduan suara. Setelah mahasiswa lain diam, barulah Okky mencoba menyampaikan jawabannya, syukurlah walau bermodal pengetahuan pas-pasan jawaban yang ia berikan kebetulan benar dan lagi-lagi terdengar paduan suara dengan lirik “uwooo” atau “widiiihhh” atau yang lainnya. Kejadian tersebut cukup sering terulang ketika ada seseorang yang dengan berani mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan dosen, entah jawabannya benar atau salah, atau untuk sekedar bertanya, entah pertanyaan yang diberikan “ngaco” atau tidak.

Baru sebulan berkuliah di universitas idamannya tersebut, tidak terasa telah terjadi perubahan dalam diri Okky(dalam hal ini kepribadiannya). Okky yang tadinya bersemangat dan berani, menjadi Okky yang pasif pemalu. Okky yang tadinya percaya diri sekarang menjadi sering minder sampai tidak berani mengungkapkan pendapatnya.

Apakah terjadi sesuatu yang salah dalam contoh kasus diatas?

Kalau ada lalu siapa yang salah?

Okky kah karena mentalnya lemah?

atau teman-temannya yang menyoraki dengan “jahat” nya?

Untuk postingan kali ini silakan teman-teman menyimpulkan sendiri, tapi saya berharap semoga kita tidak termasuk orang yang dengan “jahat” melakukan hal-hal kecil yang tampak sepele tapi sebenarnya berdampak buruk bagi orang lain. Mari biasakan mengapresiasi. Semua orang berhak menjadi dirinya sendiri.

notes : tulisan ini dibuat terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri selain berbagi pikiran dengan teman-teman semua, semoga bermanfaat 🙂