Monthly Archives: February 2012

Surga Dunia : Pulau Sempu


Seharusnya ini saya post tadi malam, maaf baru sempat di post sekarang karena ada beberapa kesibukan dan akhirnya malah ketiduran.hehehe. Foto-foto di bawah ini kebetulan saya temukan di harddisk. Eniwei, selamat menikmati 🙂

Pulau Sempu adalah salah satu keindahan alam Indonesia yang kebetulan terletak di daerah asal saya, Malang.

Yak mulai saja perjalanannya, pertama sebelum menyeberang ke Pulau Sempu, kita ke Pantai Sendang Biru dulu ya.

di situ terlihat banyak kapal berjajar, kapal-kapal itu lah yang akan kita gunakan jika ingin menyeberang ke Pulau Sempu.

Semacam ini nih kapalnya kalau dilihat lebih dekat.

Sebelum sampai ke segara anakan atau bahasa kerennya Laguna(tempat tujuan utama di Pulau Sempu), kita harus melewati rute yang lumayan menantang, apalagi kalau cuaca sedang tidak bersahabat.

Langsung saja ke objek utamanya, yaitu pemandangan Pulau Sempu yang memiliki sebuah segara anakan yang luar biasa dan beberapa pantai yang indah jika ditelusuri.

pantai

Inilah beberapa pantainya

segara anakan dan sekitarnya

Mungkin belum menggambarkan keseluruhan suasana Sempu, makanya rasakan sendiri sensasinya!

 

 

Pers HMIF : Kunci Internal yang Dinamis


Tulisan ini mengenai salah satu program kerja saya dalam pencalonan sebagai calon ketua HMIF ITB, silakan disimak 🙂

Bagaimana pendapat teman-teman mengenai semangat anggota HMIF dalam berkegiatan?

Tampaknya harus diakui memang masih loyo, banyak kegiatan-kegiatan yang berjalan ala kadarnya karena kurang antusiasnya anggota. Tentunya kita sangat mendambakan kondisi internal HMIF yang dinamis kan? Kondisi dimana anggota bersemangat dalam kegiatan-kegiatannya, dimana anggota yang belum mendapat kesempatan untuk berpartisipasi aktif pun bisa ikut merasa memiliki dan mendukung kegiatan-kegiatan di HMIF.

Sekarang mari kita pinggirkan sejenak pikiran soal internal HMIF. Kita beralih ke isu di luar. Tahukah kamu siapa Silvio Berlusconi? Ya, dia adalah mantan perdana menteri Italia yang sempat terlibat banyak skandal tetapi masih bisa terpilih kembali menjadi Perdana Menteri beberapa tahun setelahnya. Bagaimana bisa? Kekuatan media lah jawabannya(fyi, Berlusconi memiliki perusahaan yang membawahi stasiun televise dan surat kabar). Kita lihat contoh di Indonesia, ada Pak Dahlan Iskan yang banyak mendapat simpati karena tindakannya yang melakukan sidak rute KRL dengan naik KRL ekonomi dan kebetulan diliput media, ada juga Pak Jokowi yang dengan bantuan media berhasil mempopulerkan mobil Esemka-nya. Terbukti sekali bahwa media massa jika dikelola dengan baik dapat menjadi “penggerak” massa yang efektif.

Kembali ke internal HMIF, terobosan progker baru yaitu Pers HMIF dapat menjadi alternatif solusi untuk membentuk massa HMIF yang dinamis. Kita mengetahui kondisi masyarakat dari pemberitaan media, dan secara tidak sadar media lah yang menggerakkan opini masyarakat. Sebagaimana yang terjadi di masyarakat, kita pun dapat menerapkannya di HMIF dengan memanfaatkan pers untuk melakukan penyuasanaan dan membentuk opini anggota HMIF pada kegiatan atau isu-isu terbaru di himpunan. Praktiknya, Pers akan dikoordinasikan oleh Divisi Kominfo HMIF. Pers bertugas “menjemput bola” dalam mencari informasi-informasi terbaru, misalnya dengan mewawancarai ketua panitia sebuah kegiatan untuk mengetahui progressnya, atau wawancara pada kapten tim bola HMIF untuk mengetahui kesiapannya menghadapi kejuaraan tertentu. Setelah mendapatkan informasi, pers akan mengemas informasi tersebut dalam bentuk yang menarik, kemudian baru disebarkan melalui media informasi buletin, milis, grup fb, youtube, portal, atau media lain. Pemilihan media ini tentunya harus dilakukan secara kreatif sesuai dengan informasi yang ingin disampaikan, kecuali milis yang wajib tentunya, untuk memastikan keberterimaan massa HMIF pada informasi yang diberikan. Dengan adanya pers ini, harapannya seluruh anggota lebih aware pada kejadian-kejadian aktual himpunan yang kemudian dapat berlanjut pada rasa memiliki dari anggota pada kegiatan tersebut.

Karena sesungguhnya kekuatan informasi begitu besar, dia lah yang membentuk opini dan menggerakkan kita.