Pers HMIF : Kunci Internal yang Dinamis


Tulisan ini mengenai salah satu program kerja saya dalam pencalonan sebagai calon ketua HMIF ITB, silakan disimak 🙂

Bagaimana pendapat teman-teman mengenai semangat anggota HMIF dalam berkegiatan?

Tampaknya harus diakui memang masih loyo, banyak kegiatan-kegiatan yang berjalan ala kadarnya karena kurang antusiasnya anggota. Tentunya kita sangat mendambakan kondisi internal HMIF yang dinamis kan? Kondisi dimana anggota bersemangat dalam kegiatan-kegiatannya, dimana anggota yang belum mendapat kesempatan untuk berpartisipasi aktif pun bisa ikut merasa memiliki dan mendukung kegiatan-kegiatan di HMIF.

Sekarang mari kita pinggirkan sejenak pikiran soal internal HMIF. Kita beralih ke isu di luar. Tahukah kamu siapa Silvio Berlusconi? Ya, dia adalah mantan perdana menteri Italia yang sempat terlibat banyak skandal tetapi masih bisa terpilih kembali menjadi Perdana Menteri beberapa tahun setelahnya. Bagaimana bisa? Kekuatan media lah jawabannya(fyi, Berlusconi memiliki perusahaan yang membawahi stasiun televise dan surat kabar). Kita lihat contoh di Indonesia, ada Pak Dahlan Iskan yang banyak mendapat simpati karena tindakannya yang melakukan sidak rute KRL dengan naik KRL ekonomi dan kebetulan diliput media, ada juga Pak Jokowi yang dengan bantuan media berhasil mempopulerkan mobil Esemka-nya. Terbukti sekali bahwa media massa jika dikelola dengan baik dapat menjadi “penggerak” massa yang efektif.

Kembali ke internal HMIF, terobosan progker baru yaitu Pers HMIF dapat menjadi alternatif solusi untuk membentuk massa HMIF yang dinamis. Kita mengetahui kondisi masyarakat dari pemberitaan media, dan secara tidak sadar media lah yang menggerakkan opini masyarakat. Sebagaimana yang terjadi di masyarakat, kita pun dapat menerapkannya di HMIF dengan memanfaatkan pers untuk melakukan penyuasanaan dan membentuk opini anggota HMIF pada kegiatan atau isu-isu terbaru di himpunan. Praktiknya, Pers akan dikoordinasikan oleh Divisi Kominfo HMIF. Pers bertugas “menjemput bola” dalam mencari informasi-informasi terbaru, misalnya dengan mewawancarai ketua panitia sebuah kegiatan untuk mengetahui progressnya, atau wawancara pada kapten tim bola HMIF untuk mengetahui kesiapannya menghadapi kejuaraan tertentu. Setelah mendapatkan informasi, pers akan mengemas informasi tersebut dalam bentuk yang menarik, kemudian baru disebarkan melalui media informasi buletin, milis, grup fb, youtube, portal, atau media lain. Pemilihan media ini tentunya harus dilakukan secara kreatif sesuai dengan informasi yang ingin disampaikan, kecuali milis yang wajib tentunya, untuk memastikan keberterimaan massa HMIF pada informasi yang diberikan. Dengan adanya pers ini, harapannya seluruh anggota lebih aware pada kejadian-kejadian aktual himpunan yang kemudian dapat berlanjut pada rasa memiliki dari anggota pada kegiatan tersebut.

Karena sesungguhnya kekuatan informasi begitu besar, dia lah yang membentuk opini dan menggerakkan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s