Kelinci



Halo teman-teman! 😀

Mungkin kalian ada yang mengira judul yang saya tulis ini adalah sebuah kiasan, analogi, dan sejenisnya. Sesungguhnya itu tidak benar, karena disini memang saya akan sedikit bercerita pengalaman saya dengan kelinci (ada foto-fotonya juga lho, lucu-lucu lagi kelincinya, tapi maaf agak berat fotonya)

Kalau tidak salah ini sudah hampir setahun yang lalu. Saat itu kebetulan saya sedang sibuk-sibuknya dengan banyak hal, mulai dari tugas kuliah, organisasi, bisnis, sampai persiapan ikut lomba yang akhirnya batal. Di tengah kesibukan itu,akhirnya saya sempat punya waktu pulang ke kosan santai-santai (seringnya di kosan cuma numpang tidur+mandi). Baru masuk kamar kosan, entah tiba-tiba muncul ide darimana, tiba-tiba saya terpikirkan untuk main-main ke Lembang, naik motor, sendirian. Kenapa Lembang? suasananya enak, hawanya asik. Kenapa naik motor? ya karena yang ada itu. Kenapa sendirian? karena idenya muncul tiba-tiba jadi mikirnya kalo ngajak temen pasti ribet (jadi bukan karena galau.hehehe). Jadi lah siang itu saya langsung berangkat.

Selama di perjalanan, di kanan kiri jalan saya melihat ada penjual kelinci yang cukup menyita perhatian saya, apalagi kalau tidak salah tidak sampai sebulan sebelumnya saya baru saja membeli buku tentang beternak kelinci. Lagi-lagi ada ide yang entah muncul darimana, saya pun coba mendatangi beberapa penjual kelinci dan coba sedikit bertanya tentang bagaimana merawat kelinci, bagaimana pasarnya, bagaimana kalau kelinci sakit. Untungnya bapak/ibu penjualnya mau meladeni saya dengan ramah dan antusias, padahal saya tidak membeli kelincinya, sampai-sampai saya ditunjukkan bagaimana cara mengawinkan kelinci, padahal saya tidak menanyakan soal itu, tapi ya sudahlah, Alhamdulillah bonus. Ini sebagian foto-foto kelinci yang saya ambil.

Selain itu, saya juga sempat mengunjungi peternakan kelinci milik Pak Asep, salah satu peternakan kelinci yang cukup populer di kalangan para peternak kelinci di Lembang. Berikut ini beberapa fotonya.
Setelah cukup melakukan ekspedisi kelinci, di perjalanan pulang saya sempat mampir ke Rumah Susu untuk membeli seplastik susu untuk teman-teman sekosan dan mencoba puding yoghurt, selain itu biar lebih menjiwai, saya juga mampir di sebuah warung sate kelinci. Alhamdulillah semuanya enak, apalagi sate kelincinya. Yaah, kelinci lucu kok disate? Ini paradigma yang kurang pas. Perlu teman-teman ketahui, sate kelinci ini termasuk daging yang paling menyehatkan lho, berprotein tinggi tapi rendah lemak dan kolesterol, lebih baik dari daging ayam, kambing, atau sapi. Lagian kelinci gampang beranaknya kok, jadi jangan takut mereka akan punah kalau disate.hehehe
Ya itu lah sedikit pengalaman saya bersama kelinci. Walaupun saya sekarang kuliah di jurusan teknik Informatika, siapa tahu (cuma Allah yang tahu) nantinya saya malah jadi pengusaha peternak kelinci yang sukses dan terbesar se-Indonesia.
Advertisements

2 thoughts on “Kelinci

  1. Eza3E

    wah, saya blum pernah makan daging kelinci..
    boleh nanya gk..?
    Masih awam nih di wordpress, mau mmbantu ku cara pasang banner gk..?
    mau gk tukran link..?
    lok mau, mampir ya k blog ku

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s