Keterbatasan


Pak Sukawi, dulunya adalah seorang buruh di sebuah perusahaan garmen, namun sekitar tiga tahun lalu beliau di PHK karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan. Dengan statusnya sebagai kepala keluarga yang harus menafkahi keluarganya, apa yang beliau lakukan? Bermodal mesin jahit bekas, beliau memulai usaha jahitnya. Beliau juga mengajak teman-temannya yang menjadi korban PHK untuk ikut membangun usaha jahit tersebut. Sekarang usaha jahit Pak Sukawi sudah berjalan cukup lancar, dengan omzet sekitar 30 juta per bulan, usaha jahitnya bisa menjadi sumber nafkah bagi keluarganya, juga bagi keluarga 45 orang karyawannya. (sumber : http://berita.liputan6.com)

Dari cerita singkat diatas, apa yang kamu rasakan ketika seorang yang sedang jatuh, mampu bangkit dan bahkan menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya? Terinspirasi, pasti banyak yang merasakan. Tapi apa yang kamu rasakan ketika seorang buruh yang bertanggung jawab menafkahi keluarganya tiba-tiba dipecat? Merasa kasihan? Natural bagi yang masih berperasaan. Tapi tidakkah kita merasa bahwa kita lah yang sebenarnya perlu dikasihani?

Sudah banyak sekali kisah sukses yang terkenal dimulai dari kondisi yang sebenarnya pantas dikasihani. Steve Jobs yang tidak lulus kuliah? Iwan Setyawan (penulis buku 9 Summers 10 Autumn) yang berasal dari keluarga miskin? Masih banyak cerita-cerita inspiratif lain yang menunjukkan kisah heroik seseorang yang kekurangan berubah menjadi seorang yang luar biasa. Jika kita amati lebih seksama, bukankah kekurangan atau keterbatasan itu justru kelebihan mereka? Melalui keterbatasan itu lah Tuhan memberikan jalan bagi mereka untuk mengusahakan sesuatu yang lebih baik. Dari keterbatasan itu lah muncul kreativitas, dari kekurangan itu lah timbul rasa syukur, dan pengalaman di bawah lah yang membuat kita mampu menghargai orang lain. Sebegitu besarnya kekuatan keterbatasan sampai seorang Bob Sadino bahkan sengaja “memiskinkan diri” sebelum dia menjadi seorang pengusaha sukses seperti sekarang.

Kalau kamu termasuk orang yang pintar, dengan fisik yang lengkap, tinggal di rumah megah, kemana-mana dengan kendaraan mewah, selalu makan makanan enak, dan segala yang kamu inginkan terpenuhi, maka sesungguhnya kamu lah orang yang seharusnya dikasihani, apalagi kalau sampai kamu lupa bersyukur. Kasihan pada diri sendiri karena berarti kamu tidak mendapat kesempatan berharga itu. Darimana kamu bisa mengasah kreativitas? Darimana kamu mau belajar menghargai orang lain? Darimana kamu belajar kerendahan hati? Darimana kamu belajar semangat untuk berjuang? Silakan dijawab masing-masing. Semoga kita selalu ingat untuk bersyukur, pada kelebihan maupun kekurangan.

Advertisements

One thought on “Keterbatasan

  1. Alya_Infoseminar21

    Keren dehhh
    mmng beda ketika kesuksesan di raih dari jerih payah, rasa memiliki kebanggaan serta rasa syukur akan sesuatu yg kita punya akan sangat2 lebih kita hargai di bandingkan sekedar terlahir dari keluarga yg berada…
    jadi untuk anda2 yg di luar sana perjuangankanlah apa yg menjadi impian adnda meskipun itu dari sebuah keterbatasan….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s