[Djavanesia] Wayang


*Tulisan bertajuk “Djavanesia” ini akan banyak mengangkat wayang Jawa karena memang saya orang Jawa dan cuma itu yang saya tahu, tanpa bermaksud mengecilkan suku lain di Indonesia, kita tetap Bhineka Tunggal Ika. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengetahuan dan kesukaan saya pada cerita wayang di masa SD dan SMP, yang kemudian kembali mendapat inspirasi ketika mengikuti PIMNAS 25 di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Walaupun pengetahuan saya sedikit sekali, tetapi semoga tetap bermanfaat. 

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki sejarah kebudayaan yang kuat, masih banyak dari kebudayaan tersebut yang diwariskan secara turun temurun sampai sekarang, termasuk juga budaya Jawa. Hanya saja sayangnya kita sebagai orang Indonesia harus mengakui bahwa kita sendiri kurang menjaga budaya tersebut sampai-sampai ada bangsa lain yang berani mengklaim budaya bangsa kita sebagai miliknya. Oke, tapi inti tulisan ini bukan untuk mengkritik bangsa sendiri.

Kembali ke kebudayaan Jawa, menurut Benedict R. O’G. Anderson, satu hal yang menjadi kehebatan yang membedakan masyarakat Jawa dengan Barat adalah keberadaan mitologi yang menjadi simbol dari budaya tersebut, yang ternyata tidak cukup kuat pengaruhnya pada budaya Barat. Mitologi itu lah yang sekarang kita kenal dengan sebutan Wayang. Melalui wayang ini lah masyarakat Jawa berusaha mewariskan dan melestarikan nilai-nilai budaya atau prinsip hidupnya kepada anak cucunya, salah satu contohnya adalah Sunan Kalijaga yang mencoba menyebarkan Islam melalui cerita wayang.

Keragaman dan perbedaan yang sangat kentara pada tokoh-tokoh dalam wayang Jawa menunjukkan adanya keragaman “rona kehidupan”  yang terus mengalir dalam kehidupan kita semua. Salah satu lakon(cerita) pewayangan yang kita kenal adalah Ramayana dengan tokoh-tokohnya yaitu Rama, Sinta, Rahwana, dan Anoman.  Kemudian ada juga kisah Mahabharata yang menceritakan konflik antara Pandhawa dengan Kurawa yang sebenarnya masih ada hubungan kerabat dan puncaknya pada perang Bharatayudha.

Sekian dulu tulisan pertama untuk mengawali seri “Djavanesia” ini. Tapi tenang saja, karena ini baru prolog lho! :D, berikutnya akan ada beberapa tulisan berikutnya yang mengangkat tokoh-tokoh dalam pewayangan seperti Yudhistira, Bima, Arjuna, Gatotkaca dan banyak tokoh lainnya, tentu saja dibumbui sedikit cerita tentang kehidupan mereka yang banyak mengandung keteladanan. Karena itu, nantikan tulisan selanjutnya 🙂

*karena keterbatasan pengetahuan saya, mohon pembaca yang mengetahui adanya kesalahan pada tulisan saya untuk dengan ikhlas menyampaikan kritik dan masukan 🙂

next >> Puntadewa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s