Monthly Archives: December 2012

Mengukur Efektivitas/Kualitas Sistem Informasi


Sistem Informasi seringkali salah dipersepsikan sebagai hanya sebuah software, padahal sebenarnya kedua hal tersebut tidak sepenuhnya sama. Sistem informasi dapat berupa software, sedangkan software belum tentu merupakan sistem informasi. Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan dalam penentuan kualitas pada software dan sistem informasi. Kualitas sebuah software biasanya diukur dari beberapa parameter teknis seperti availability, reliability, safety, response time, dll. Berbeda dengan software, kualitas sebuah sistem informasi tidak hanya dilihat dari hal-hal teknis. Pengukuran kualitas atau efektivitas (effectiveness) pada sebuah sistem informasi dapat digolongkan menjadi goal-centered view dan system-resource view. 

Pada 1992, W. DeLone dan E. McLean membuat sebuah model untuk mengukur kualitas sistem informasi yang disebut “DeLone and McLean IS Success Model” atau biasa disebut D&M model. Menurut D&M, terdapat 6 poin yang menentukan kualitas sistem informasi, yaitu:

  1. System Quality
  2. Information Quality
  3. Use
  4. User Satisfaction
  5. Individual Impact
  6. Organizational Impact

D&M1992Setelah mempertimbangkan masukan-masukan yang ada, pada tahun 2003, W. DeLone dan McLean memperbarui modelnya dengan menambahkan poin service quality dan menggantikan poin individual impact dan organizational impact dengan net benefits.

D&M2003

Selain D&M model, ada juga teknik yang diajukan oleh Jerry Cha-Jan Chang dan William R. King untuk melakukan pengukuran kualitas sistem informasi. Teknik tersebut menggunakan tools yang disebut functional scorecard. Chang dan King mendefinisikan poin-poin yang menjadi penilaian kualitas sistem informasi pada tabel dibawah ini.

chang&king

sumber:

Advertisements

[CEO Series] 1. Arwin Rasyid (Presdir CIMB Niaga)


okkypratama-quotes

Arwin Rasyid adalah Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Beliau lahir di Roma, 22 Januari 1957. Beliau merupakan salah satu putra Mr. Mr. Sutan Mohammad Rasyid yang seorang diplomat. Karena sekian lama beliau tidak tinggal di lingkungan yang berbahasa Indonesia, beliau sejak kecil menggunakan Bahasa Inggris, sedangkan di lingkungan keluarganya menggunakan bahasa Padang, bahasa daerah orang tuanya. Bahkan ketika masih kuliah di FE UI pun beliau belum lancar berbahasa Indonesia.

okkypratama-Arwin Rasyid

Pada speech-nya yang singkat di acara StudentsxCEO, Pak Arwin menyampaikan beberapa pesan kepada para future leaders agar mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global.

  1. Open minded and ready to change
  2. Bersikap seperti sponge, selalu mau belajar dan terus mencoba hal baru
  3. You don’t know what You don’t know. Karena itu penting sekali untuk keep feet on the ground
  4. Kejar prestasi, bukan jabatan

*gambar diambil dari: http://www.ebizzasia.com/

next: 2. Hasnul Suhaimi

CEO Series


Pengalaman yang cukup ‘menggoyang’ idealisme dan pola pikir baru saja saya alami tepatnya pada hari Jumat dan Minggu, tanggal 7 dan 9 Desember 2012 lalu. Saya berkesempatan untuk menghadiri dua acara dimana pembicaranya adalah para CEO atau direktur utama perusahaan besar di Indonesia. Acara tersebut bertajuk Informatika Mengajar yang mendatangkan Pak Irfan Setiaputra, mantan dirut PT INTI yang sekarang menjadi dirut Titan Mining, acara berikutnya yaitu StudentsxCEO yang pebih dahsyat lagi mampu mendatangkan 10 orang dirut.

Karena rasanya kurang lengkap kalau ilmu tidak dibagikan, jadi saya akan coba menulis sedikit tentang yang pelajaran yang saya dapat dari tiap dirut satu per satu dalam tulisan bertanda [CEO Series]. Pelajaran itu bisa berupa wejangan langsung, cerita hidup, ataupun gambaran inovasi, bisnis, dan budaya perusahaan.

Lanjut ke seri 1. Arwin Rasyid