Level Belajar


okkypratama-learngambar diambil dari: http://www.bbhc.org/

“Manusia itu harus terus belajar sejak nafas pertamanya dan baru berhenti pada nafas terakhir”

“Stay foolish, stay hungry” – Steve Jobs

Ada sekian banyak quotes atau perintah yang menganjurkan bahkan mengharuskan kita untuk belajar. Tetapi mengapa kita harus belajar? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar? Bagaimana cara belajar? Saya sendiri belum bisa menjawab semua pertanyaan itu dan sampai sekarang masih belajar untuk menemukan jawabannya.

Belajar bisa tentang apapun dan dimanapun, belajar matematika di sekolah, belajar memasak di tempat kursus, belajar menendang bola di lapangan, dst. Terlepas dari tentang apa dan dimana, belajar sendiri memiliki beberapa tingkatan berdasarkan kedalamannya (pendapat pribadi).

  • okkypratama-studyLevel 1. Belajar yang dalam Bahasa Inggris disebut study, yang secara umum berarti mendedikasikan waktu untuk usaha memperoleh ilmu atau pengetahuan. Belajar jenis ini lah yang sering kita lakukan semasa di bangku sekolah dengan cara membaca buku dan latihan soal.
  • Level 2. Belajar yang disebut juga dengan istilah learn yang maknanya proses memperoleh ilmu pengetahuan, bisa dilakukan melalui banyak cara, belajar (study), praktek, melihat, dll. Berbeda dengan level 1 yang menekankan pada proses, level 2 ini berfokus pada hasil yang didapatkan, yaitu berupa ilmu pengetahuan. Kalau study adalah mengenai dedikasi waktu, learn adalah soal memperoleh ilmu pengetahuan. Contoh kalimat berikut mungkin sedikit menggambarkan perbedaannya: “I’ve been studying all day but I don’t think I’ve learned anything”.
  • Level 3. Belajar yang mengubah sikap. Menurut saya ini level tertinggi dari pencapaian belajar, dimana seseorang tidak hanya sekedar mengetahui tetapi juga bisa menentukan sikap atas pengetahuannya yang baru. Contohnya, orang yang mengetahui bahwa olahraga penting untuk kesehatan memutuskan untuk berolahraga secara rutin tiap minggu. Tentu saja ketika mendapatkan ilmu baru tidak semua harus kita setujui, dipikirkan terlebih dahulu kebenaran dan manfaat dari ilmu tersebut. Contohnya, jika ada yang bilang bahwa untuk menjadi orang yang sukses, biasakan membuat jadwal yang rinci setiap harinya, kita mungkin mengetahui hal tersebut tetapi boleh saja jika mengambil sikap untuk tidak melakukannya karena tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut.

Perenungan mengenai level belajar ini terinspirasi dari obrolan saya dengan teman se-rumah kontrakan ketika menonton sekilas kongres partai Nasdem. Pada acara tersebut Pak Surya Paloh sebagai ketua umum sedang menyampaikan pidatonya yang bertemakan kebangsaan.

O: Wah, Surya Paloh ini jago juga ya pidatonya, setidaknya lebih bagus dari Pak SBY

F: Iya

O: Gimana ya latihannya sebelum pidato?

F: Kalo itu udah karakter, bukan cuma hasil latihan.

Dari obrolan itu, saya baru menyadari bahwa sebenarnya tingkatan tertinggi seseorang yang berilmu adalah ketika ilmunya tergambar dari sikap dan perilakunya. Pada kasus Pak Surya Paloh, ilmu dan pemahaman beliau mengenai kebangsaan benar-benar sudah mendarah daging karena itu lah beliau dapat berpidato dengan lancar dan berapi-api (perlu dicatat, saya bukan fans beliau, hehe). Mungkin itu juga yang berlaku pada Pak Soekarno dulu yang dijuluki orator ulung. Sebenarnya bukan semata-mata karena beliau pandai berbicara, tetapi juga karena memang apa yang beliau bicarakan benar-benar dijiwai.

Kalau tingkatan tertinggi orang yang belajar adalah perubahan sikap, maka berbahagia lah jika ada yang bilang, “kamu berubah, sudah bukan kamu yang dulu”. Jawab saja, “iya lah, aku kan belajar” ;p

 *referensi : http://english.stackexchange.com/questions/19533/is-there-any-subtle-difference-between-to-study-and-to-learn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s