Gaya Penggunaan Twitter


okkypratama-twitter

Sudah sekian lama sejak media sosial mulai booming di Indonesia, terutama sejak munculnya situs yang bernama Facebook yang dilanjutkan dengan Twitter yang mungkin lebih in sekarang. Saya yakin kamu baca ini juga termasuk satu diantara yang mengikuti tren ini.

Mengenai pergeseran tren dari Facebook ke Twitter ini pasti ada yang pro dan kontra, ya walaupun bukan isu sensitif yang menimbulkan konflik. Beberapa dari kita pasti pernah tahu ada teman yang nge-tweet atau menulis status di Facebook-nya yang kira-kira berarti “Facebook udah ga asik ni, pindah Twitter aja” atau pendapat berlawanan seperti “ga mau pake Twitter ah, banyak nyampahnya”. Dari kedua pernyataan baik yang pro maupun kontra dengan mulai berkembangnya Twitter tersebut sebenarnya bisa disimpulkan bahwa penggunaan media sosial khususnya di Indonesia sendiri adalah persoalan gaya hidup, soal suka dan tidak suka, bukan soal fungsional atau kegunaan. Padahal jika diperhatikan, baik Facebook maupun Twitter memiliki fungsionalitas yang membentuk karakternya masing-masing.

okkypratama-timeline

Saya pernah melihat (lupa kapan tepatnya) sebuah program di Metro TV yang membahas tentang Twitter. Narasumber saat itu menyatakan sebuah pernyataan yang ‘menempel’ di kepala dan saya pun setuju dengan pernyataannya, yaitu “Twitter adalah media sosial yang berbasis informasi, bukan pertemanan”. Sejak awal saya mengenalnya, Twitter ini memang menarik karena punya karakter yang unik, yang ternyata titik awal keunikannya baru saya sadari ketika mendengar pernyataan tadi. Dari hasil pengamatan di akun saya sendiri, berikut adalah daftar beberapa fenomena unik yang terjadi di Twitter menurut pandangan saya, ada yang baik ada juga yang aneh.

  1. Menggunakan mekanisme yang disebut ‘follow’ sifatnya satu arah. Kalau kita ingin memperoleh informasi dari seseorang atau organisasi cukup follow saja maka akan langsung kita dapatkan informasinya, ya kecuali yang akunnya protected. Kalau suatu saat kita merasa informasinya sudah tidak kita butuhkan atau sukai, tinggal unfollow saja.
  2. Pengguna cenderung seenaknya mengatakan apapun. Namanya juga tweet yang dapat diartikan setara dengan celetukan atau sekedar cuap, sampai-sampai hampir setiap aktivitasnya di-tweet-kan. Mungkin ini lah salah satu penyebab adanya orang yang menganggap Twitter banyak ‘sampah’-nya.
  3. Perkembangan informasi di Twitter begitu cepat. Dengan banyaknya pengguna yang men-tweet-kan apapun, maka timeline kita akan diserbu banyak sekali informasi yang terus ter-update tiap saatnya, entah informasi tersebut penting atau tidak. Terkait hal ini saya juga pernah mendengar ada yang berkomentar bahwa dia tidak terlalu suka menggunakan Twitter karena sulit mengikuti perkembangan informasinya. Tapi memang begitu adanya, namanya juga ocehan, setiap orang berhak, tetapi kita sebagai pendengar juga berhak untuk memutuskan mendengar ocehan tersebut atau tidak.
  4. Ada pengguna yang lebih banyak mem-follow akun brand atau organisasi daripada akun individual. Mungkin hal ini disebabkan karena banyaknya informasi yang tidak penting dari akun individual.
  5. Adanya fenomena meminta follow back(folback). Ini fenomena yang menurut saya kurang tepat, karena memang Twitter ini basisnya informasi, sederhananya kalau ingin mendapat informasinya, maka follow, kalau tidak ingin mendapat lagi, tinggal unfollow. Bukan berarti kalau tidak mem-follow berarti bukan teman, kalau meng-unfollow juga tidak berarti ingin berhenti berteman.

Daftar di atas mungkin saja bertambah, atau kalau ada teman-teman yang ingin menambahkan, silakan komentar saja disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s