Review: Teater Epik vol. 5: Taraksa


teater epik 1Sebelum membaca review kali ini, perlu diketahui bahwa ini baru pengalaman kedua kali saya menyaksikan pementasan teater, jadi mohon dimaklumi kurang lebihnya. Pementasan ini diselenggarakan di Teater Tertutup Dago Tea House Bandung dan dimulai pada pukul 19.00, saya dan teman-teman menyempatkan untuk datang lebih awal, sekitar pukul 18.25 untuk menyempatkan sholat maghrib dulu. Kesan pertama sudah didapatkan sejak memasuki halaman venue, disana pengunjung disambut dengan orang-orang yang cukup menyita perhatian di tengah keramaian, berkostum unik dan bertingkah laku aneh, yang ternyata mereka adalah pemeran-pemeran dalam pementasan tersebut. Cukup bagus, pengunjung mendapat experience tersendiri bahkan sebelum pementasan dimulai.

teater epik 2

Pementasan dimulai, sayang sekali walaupun saya dan teman-teman sudah sampai di lokasi sebelum pementasan dimulai, ternyata yang lain sudah sampai lebih awal, jadi lah kami kurang beruntung mendapatkan tempat duduk agak di belakang. Pementasan teater epik ini dimulai dengan live music yang menurut saya cukup ‘menggelegar’, saya lumayan merinding mendengarnya. Sekian menit kemudian musik berhenti, dan mulai lah ceritanya, para pemeran mulai bergantian muncul di panggung memainkan cerita yang berjudul Taraksa. Cerita ini mengenai seorang pemuda bernama Taraksa yang harus melalui ‘perjalanan langit’ untuk menjemput Chiandra, wanita yang dicintainya. Dalam perjalanan, tentu saja Taraksa mengalami berbagai kejadian dan menghadapi beberapa rintangan, mulai dari lapisan langit pertama yaitu Lembah Gelap Gulita sampai kaki langit terakhir yaitu Lepas Pantai Udara.

Secara umum cerita yang diangkat cukup sederhana, seperti kisah klasik pada umumnya, seorang lelaki yang berjuang untuk menemui orang yang dicintainya. Dengan dibumbui beberapa humor di tengah cerita tampaknya membuat penonton semakin menikmati pementasan ini. Bagi saya sendiri yang mengesankan adalah musik dan artistik panggungnya yang menurut saya memang harus menjadi kelebihan dari sebuah pementasan teater. Hanya saja saya sedikit menyayangkan kurang terdengarnya beberapa dialog dalam cerita ini, entah vokal para pemerannya yang kurang kuat, sound system kurang kencang, atau memang karena tempat duduk kami di belakang, hehe. Overall, menurut saya pementasan Teater Epik kali ini pantas mendapat nilai 7/10.

Foto bersama pemeran utama (Chiandra)

Foto bersama pemeran utama (Chiandra)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s