Tag Archives: sistem informasi

Mengukur Efektivitas/Kualitas Sistem Informasi


Sistem Informasi seringkali salah dipersepsikan sebagai hanya sebuah software, padahal sebenarnya kedua hal tersebut tidak sepenuhnya sama. Sistem informasi dapat berupa software, sedangkan software belum tentu merupakan sistem informasi. Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan dalam penentuan kualitas pada software dan sistem informasi. Kualitas sebuah software biasanya diukur dari beberapa parameter teknis seperti availability, reliability, safety, response time, dll. Berbeda dengan software, kualitas sebuah sistem informasi tidak hanya dilihat dari hal-hal teknis. Pengukuran kualitas atau efektivitas (effectiveness) pada sebuah sistem informasi dapat digolongkan menjadi goal-centered view dan system-resource view. 

Pada 1992, W. DeLone dan E. McLean membuat sebuah model untuk mengukur kualitas sistem informasi yang disebut “DeLone and McLean IS Success Model” atau biasa disebut D&M model. Menurut D&M, terdapat 6 poin yang menentukan kualitas sistem informasi, yaitu:

  1. System Quality
  2. Information Quality
  3. Use
  4. User Satisfaction
  5. Individual Impact
  6. Organizational Impact

D&M1992Setelah mempertimbangkan masukan-masukan yang ada, pada tahun 2003, W. DeLone dan McLean memperbarui modelnya dengan menambahkan poin service quality dan menggantikan poin individual impact dan organizational impact dengan net benefits.

D&M2003

Selain D&M model, ada juga teknik yang diajukan oleh Jerry Cha-Jan Chang dan William R. King untuk melakukan pengukuran kualitas sistem informasi. Teknik tersebut menggunakan tools yang disebut functional scorecard. Chang dan King mendefinisikan poin-poin yang menjadi penilaian kualitas sistem informasi pada tabel dibawah ini.

chang&king

sumber:

Advertisements