Field Trip Creativity & Innovation Class: Kepompong Gendut


Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman field trip untuk salah satu mata kuliah yang saya ikuti di semester 8 di ITB ini, mata kuliah ini berjudul ‘Creativity and Innovation’. Mau tidak mau pengalaman field trip kali ini menjadi sangat penting karena selama hampir 4 tahun saya kuliah ini pertama kalinya saya melakukan field trip untuk sebuah mata kuliah, agak kasihan juga mengingatnya, tapi ya sudahlah.

Sammaria Simanjuntak (gambar diambil dari http://asiakoe.wordpress.com)

Pada field trip kali ini, kami sekelas diajak untuk mengunjungi sebuah production house di Bandung yang bernama Kepompong Gendut, lucu juga namanya. Sesampainya disana, kami disambut oleh seorang kakak yang memperkenalkan dirinya sebagai Sammaria Simanjuntak, dan hey ternyata dia ini adalah sutradara film Demi Ucok yang sering saya dengar dibicarakan orang, walaupun saya sendiri belum nonton. Sebagai pembuka, beliau bercerita sedikit tentang production house Kepompong Gendut yang dijalankannya bersama beberapa orang teman dan beberapa film yang telah diproduksinya. Satu cerita yang menarik untuk saya yaitu tentang produksi film Demi Ucok yang ternyata dilakukan dengan cara crowd funding, sebuah cara yang kreatif sebagai solusi keterbatasan dana, ternyata banyak juga yang bersedia kontribusi disana.

Selesai perkenalan, sambutan, dan cerita sebentar, kami mulai masuk ke tujuan awal field trip ini, mengenal pembuatan iklan komersial. Salah satu iklan yang pernah dibuat kak Sammaria adalah iklan untuk Google Indonesia. Kami sempat membicarakan soal iklan di Indonesia yang banyak dikritik karena kebanyakan terlalu hard sell dan kurang berkualitas. Menurut kak Sammaria, sebenarnya agensi periklanan di Indonesia sebenarnya sudah mampu membuat iklan-iklan berkualitas dengan karakter soft selling seperti yang kebanyakan kita lihat di iklan-iklan produk terkenal di luar negeri, hanya saja pihak perusahaan pemilik produk justru yang meminta agar iklannya dibuat hard selling saja. Saya sedikit penasaran, atau jangan-jangan memang konsumen di Indonesia lebih sesuai dengan iklan-iklan semacam itu ya? Ya, walau bagaimanapun yang terpenting dari iklan adalah bagaimana agar message yang ingin disampaikan diterima dengan baik oleh pemirsanya, bagaimanapun caranya.

Demi Ucok (gambar diambil dari: http://amiratthemovies.wordpress.com)

Setelah itu secara bergantian kami diajak masuk ke studio pembuatannya secara bergantian. Saya cukup terkesan dengan studionya, tidak terlalu besar, sederhana, namun ada kesan nyaman dan suasananya sangat mendukung munculnya ide-ide kreatif. Disana kami dikenalkan juga dengan salah satu pemeran di film Demi Ucok, Bu Lina yang pernah memenangkan penghargaan Piala Citra FFI 2012 atas perannya sebagai Mak Gondut di film tersebut, yang ternyata adalah ibu dari kak Sammaria sendiri!

Secara umum field trip kali ini cukup membuka wawasan baru tentang dunia kreatif khususnya pembuatan film dan iklan yang sebelumnya tidak banyak saya ketahui. Semoga field trip semacam ini semakin dikembangkan untuk tahun-tahun ke depan, dan mungkin perlu ditambahkan juga di beberapa mata kuliah Teknik Informatika.

Demikian, semoga bermanfaat🙂

Review: Teater Epik vol. 5: Taraksa


teater epik 1Sebelum membaca review kali ini, perlu diketahui bahwa ini baru pengalaman kedua kali saya menyaksikan pementasan teater, jadi mohon dimaklumi kurang lebihnya. Pementasan ini diselenggarakan di Teater Tertutup Dago Tea House Bandung dan dimulai pada pukul 19.00, saya dan teman-teman menyempatkan untuk datang lebih awal, sekitar pukul 18.25 untuk menyempatkan sholat maghrib dulu. Kesan pertama sudah didapatkan sejak memasuki halaman venue, disana pengunjung disambut dengan orang-orang yang cukup menyita perhatian di tengah keramaian, berkostum unik dan bertingkah laku aneh, yang ternyata mereka adalah pemeran-pemeran dalam pementasan tersebut. Cukup bagus, pengunjung mendapat experience tersendiri bahkan sebelum pementasan dimulai.

teater epik 2

Pementasan dimulai, sayang sekali walaupun saya dan teman-teman sudah sampai di lokasi sebelum pementasan dimulai, ternyata yang lain sudah sampai lebih awal, jadi lah kami kurang beruntung mendapatkan tempat duduk agak di belakang. Pementasan teater epik ini dimulai dengan live music yang menurut saya cukup ‘menggelegar’, saya lumayan merinding mendengarnya. Sekian menit kemudian musik berhenti, dan mulai lah ceritanya, para pemeran mulai bergantian muncul di panggung memainkan cerita yang berjudul Taraksa. Cerita ini mengenai seorang pemuda bernama Taraksa yang harus melalui ‘perjalanan langit’ untuk menjemput Chiandra, wanita yang dicintainya. Dalam perjalanan, tentu saja Taraksa mengalami berbagai kejadian dan menghadapi beberapa rintangan, mulai dari lapisan langit pertama yaitu Lembah Gelap Gulita sampai kaki langit terakhir yaitu Lepas Pantai Udara.

Secara umum cerita yang diangkat cukup sederhana, seperti kisah klasik pada umumnya, seorang lelaki yang berjuang untuk menemui orang yang dicintainya. Dengan dibumbui beberapa humor di tengah cerita tampaknya membuat penonton semakin menikmati pementasan ini. Bagi saya sendiri yang mengesankan adalah musik dan artistik panggungnya yang menurut saya memang harus menjadi kelebihan dari sebuah pementasan teater. Hanya saja saya sedikit menyayangkan kurang terdengarnya beberapa dialog dalam cerita ini, entah vokal para pemerannya yang kurang kuat, sound system kurang kencang, atau memang karena tempat duduk kami di belakang, hehe. Overall, menurut saya pementasan Teater Epik kali ini pantas mendapat nilai 7/10.

Foto bersama pemeran utama (Chiandra)

Foto bersama pemeran utama (Chiandra)

Review: Brightspot Market


DSC00488

Tahun ini pertama kalinya saya mengunjungi event yang bernama “Brightspot Market”. Sebelumnya saya sempat mengetahui adanya Brightspot Market ini dari sebuah speech dari Leonard Theosabrata di TEDxJakSel. Menurut saya saat itu konsepnya menarik, eh kebetulan ada tugas kuliah yang mengharuskan datang kesana, jadi lah saya menyempatkan satu hari ke Jakarta untuk menghadirinya.

Brightspot Market dengan tagline-nya “market of all things cool”, adalah sebuah event dengan format market yang menghadirkan produk-produk unik dari berbagai brand, tidak hanya brand luar negeri tetapi juga brand lokal. Event ini diselenggarakan di Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Menariknya, brand lokal pun mampu menyaingi brand-brand asing mulai dari segi konsep, desain, bahkan sampai harganya pun ikut menyaingi.

Jika kamu termasuk yang pertama kali menghadiri event ini, niscaya akan cukup dibuat terkesima dengan sederetan produk yang dipajang disana, sangat sesuai dengan tagline-nya. Hampir segala jenis produk yang berhubungan dengan gaya hidup tersedia disana. Produk fashion mulai dari baju, hijab, sepatu, tas, sampai aksesoris-aksesoris unik yang mungkin tidak kita ketahui sebelumnya, dan semakin menarik ketika mengetahui ternyata banyak diantaranya dibuat oleh desainer dan brand lokal. Seperti “market” pada umumnya, pengunjung event ini didominasi oleh kaum wanita, baik anak muda maupun yang sudah dewasa. Untuk lebih jelas, berikut penampilan beberapa produknya.

DSC00481 DSC00489 DSC00483

Saya jamin menghadiri acara ini akan meninggalkan kesan tersendiri. Hanya saja menurut saya untuk Brightspot tahun ini masih agak kecil, sempat kecewa juga ketika menyadari, “yaah, udah cuma segini aja?”. Semoga untuk tahun-tahun berikutnya Brightspot menjadi lebih besar dengan lebih banyak brand dan produk menarik lainnya.

Review: trendstop


okkypratama-trendstop

gambar diambil dari: http://www.trendstop.com/

situs trendstop.com dimiliki oleh sebuah agensi online di bidang fashion dan trend forecasting. Agensi tersebut membantu kliennya untuk memprediksi tren fashion dan gaya hidup agar klien dapat meningkatkan penjualan produknya dengan menyesuaikan pada tren tersebut.

Ketika membuka situs ini kita akan disajikan banyak gambar-gambar tentang fashion yang semuanya unik. Dari segi tampilan, situs ini sangat menarik, dan meskipun saya tidak terlalu mengerti soal fashion, tetapi menurut saya tampilan situs ini cukup meyakinkan bahwa trendstop adalah sebuah agensi yang profesional dan berkualitas. Desainnya pun dikemas dengan gaya khas perusahaan di bidang seni.

Beberapa informasi yang bisa kita dapatkan di situs ini antara lain:

  1. Trendstop Live, adalah event-event terkait tren fashion dan lifestyle yang diadakan oleh trendstop. Setiap event memiliki temanya sendiri yang masing-masing unik.
  2. Trend report, adalah report yang disediakan oleh trendstop mengenai hal-hal khusus seperti pemilihan warna, catwalks, denim, dll.
  3. Trend consultancy, dapat dilakukan dengan menghubungi trendstop terlebih dahulu melalui situs ini.

Terima kasih. Semoga bermanfaat🙂

 

Resume: 45 Business Ideas We Loved in 2011


okkypratama-businessnews

Sesuai judulnya, artikel “45 Business Ideas We Loved in 2011” berisi ide-ide bisnis unik versi situs ini (Business News Diary). Biarpun sekarang sudah tahun 2013, tidak rugi juga kalau kita lihat dan pertimbangkan karena ide-ide yang disebutkan memang berbeda dan mungkin sampai saat ini pun tidak banyak yang familiar, terutama di Indonesia. Berikut beberapa yang menurut saya menarik:

  1. Personal social media consultant, membantu orang untuk mengelola profilnya di media sosial untuk tujuan tertentu, misalnya untuk mendukung karir.
  2. Online privacy management, membantu menjaga informasi-informasi penting kita dari serangan para hacker.
  3. Specialty foods provider, menyediakan makanan dengan syarat-syarat khusus, contohnya gluten-free atau lactose-free.
  4. Energy efficiency consultant, menyediakan jasa untuk membantu pemilik rumah ataupun bisnis untuk mengurangi cost untuk penggunaan energi.
  5. Party business, menyediakan jasa untuk menyelenggarakan pesta, untuk mempermudah mereka yang kekurangan waktu untuk mempersiapkan pesta.

Untuk melihat artikel aslinya dapat diakses di http://www.businessnewsdaily.com/1847-45-business-ideas-loved-2011.html.

Memandang Negeri Sendiri


Karena suatu kepentingan, saya yang anak teknik ini perlu mengetahui kondisi perekonomian Indonesia khususnya di beberapa kota besar. Saya pun coba googling data ekonomi semacam GDP per capita, purchasing power parity, dll. Ya, tidak terlalu familiar buat saya. Informasi menarik yang saya dapat dari indexmundi, GDP per capita(PPP) Indonesia pada tahun 2010 adalah $4,325.3, yang berarti penduduk Indonesia rata-rata mampu memperoleh penghasilan sekitar 42 juta rupiah per tahunnya, atau sekitar 3,5 juta rupiah tiap bulan.

Indonesia

GDP per capita(PPP) Indonesia (http://www.indexmundi.com/)

3,5 juta per bulan? wow, saya pikir lumayan lah ya penghasilan segitu, rasanya dengan uang segitu sudah bisa hidup berkecukupan. Berarti Indonesia ini tidak miskin-miskin amat, bahkan dari grafik diatas, terlihat kalau ada tren yang terus naik. Pantas saja ada beberapa tokoh yang optimis kalau Indonesia ini akan segera menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar.

Tapi rasanya tidak baik juga kalau kita, terutama yang masih muda dan belum banyak tahu ini, melulu dibuai harapan. Setidaknya kita harus tahu dimana posisi kita sekarang.

GDPperCapita

GDP per capita(PPP) Indonesia vs US, Singapore, Malaysia

Lihat seberapa jauh kita dengan AS, atau bahkan dari negeri kecil tetangga kita Singapura. Dan ketika pertama melihat informasi itu, satu yang saya kurang bisa terima, ternyata kita masih kalah dari Malaysia!

Well, ini bukan untuk rendah diri atau menjelekkan bangsa sendiri. Hanya untuk menyadarkan seberapa jauh kita harus melangkah untuk mengejar ketertinggalan.

Semoga bermanfaat🙂

Review: Trend Reports JWTIntelligence


okkypratama-JWT-Manila

Review kali ini mengenai sebuah situs dengan alamat jwtintelligence.com yang dimiliki oleh sebuah agensi komunikasi pemasaran (marketing communication) yang berpusat di New York.

Dalam situs ini terdapat sebuah menu berjudul “trend reports” yang berisi report (laporan) terkait dengan tren yang sedang berkembang dari waktu ke waktu yang dapat langsung diunduh. Report yang disajikan menurut saya cukup baik, karena cukup komprehensif, tidak seperti artikel yang sekedar memberi opini saja. Banyak diantaranya dilengkapi dengan grafik yang menunjukkan data pendukung dari report tersebut. Tentu saja report tersebut akan sangat membantu bagi para pelaku usaha, terutama yang berkaitan dengan teknologi, industri kreatif, dan gaya hidup.

Untuk memberi gambaran lebih jelas, berikut adalah tiga dari banyak report yang tersedia dalam situs tersebut:

1. Embracing Analog: Why Physical is Hot

Report dapat di-download di: http://www.jwtintelligence.com/wp-content/uploads/2013/03/F_JWT_Embracing-Analog_03.06.13.pdf

2. 100 Things to Watch in 2013

Report dapat di-download di: http://www.jwtintelligence.com/wp-content/uploads/2013/01/F_JWT_100-Things-to-Watch-in-2013_1.18.131.pdf

3. Gen Z: Digital in Their DNA

Report dapat di-download di: http://www.jwtintelligence.com/wp-content/uploads/2012/04/F_INTERNAL_Gen_Z_0418122.pdf